Analisis Identitas Sosial atas Makna “Tidak Bergaul” dalam Relasi Yahudi dan Samaria pada Kisah Yesus dan Perempuan Samaria (Yohanes 4:5-43)
DOI:
https://doi.org/10.35312/forum.v55i1.845Keywords:
Yohanes 4, Perempuan Samaria, Teori Identitas Sosial, relasi antarkelompok, Injil YohanesAbstract
Perikop Yohanes 4:5–43 tentang perjumpaan Yesus dengan perempuan Samaria merupakan narasi Injil yang kaya secara teologis sekaligus sarat dengan ketegangan sosial antarkelompok. Selama ini, kajian terhadap teks ini cenderung menekankan dimensi misi lintas budaya atau pesan inklusivitas, sementara dinamika identitas sosial yang membentuk interaksi kedua tokoh relatif kurang mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana identitas sosial Yahudi dan Samaria dikonstruksi, dihadirkan, dan dinegosiasikan dalam dialog tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis teks dan studi pustaka, dengan Teori Identitas Sosial sebagai kerangka interpretatif utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frasa “orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria” berfungsi sebagai penanda kategorisasi sosial yang normatif dan eksklusif, yang mengatur batas relasi ingroup dan outgroup. Perempuan Samaria tampil sebagai subjek dengan identitas yang terstigmatisasi, sementara Yesus hadir sebagai anggota kelompok dominan yang secara sadar mengelola identitas-Nya. Melalui mekanisme kategorisasi silang dan rekategorisasi, Yesus tidak menghapus perbedaan Yahudi–Samaria, tetapi merelatifkannya dalam kerangka identitas baru yang berpusat pada relasi dengan Allah. Studi ini menyimpulkan bahwa Injil Yohanes menghadirkan model relasi lintas kelompok yang realistis dan kontekstual, serta memperkaya kajian biblika melalui integrasi perspektif sosial-psikologis.
References
Araújo, Maria Isabel dos Santos. “Um Diálogo Que Abre o Coração: Jesus e a Samaritana Junto Ao Poço de Jacó (Jo 4,1-42).” Revista Coletânea 23 (2024): 35–49.
Arifiant, Yonatan Alex. “Deskripsi Sejarah Konflik Horizontal Orang Yahudi dan Samaria.” Pasca: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen 16, no. 1 (2020).
Aritonang, M Sonang S, Fransina Wattimena, and Gernaida Krisna R Pakpahan. “Spiritualitas Perempuan dalam Dialog: Analisis Teologis Pertemuan Yesus dengan Perempuan Samaria di Yohanes 4:1-42.” Jurnal Teologi/Kependetaan 11, no. 1 (2021).
Beasley-Murray, George. John (Word Biblical Commentary, Vol. 36). Waco: Word Books Publisher, 1987.
Brown, Rupert. Hendri Tajfel: Explorer of Identity and Difference. London; New York: Routledge, 2019.
Cohen, Shaye J. D. Ioudaios, Iudaeus, Judaean, Jew. Pp. 69–106 in The Beginnings of Jewishness: Boundaries, Varieties, Uncertainties. Hellenistic Culture and Society. Berkeley: University of California Press, 1999.
Daube, David. “Jesus and the Samaritan Woman: The Meaning of Συγχράομαι.” Journal Of Biblical Literature 69, no. 2 (1950): 137–47.
Denney, Andrew S., and Richard Tewksbury. “How to Write a Literature Review.” Journal of Criminal Justice Education 24, no. 2 (2013): 218–34.
Esler, Philip F. “Ethnicity and the Bible.” In Group Boundaries and Intergroup Conflict in Galatians: A New Reading of Gal 5:13–6:10. Leiden: Brill, 1996.
———. “Jesus and the Reduction of Intergroup Conflict: The Parable of the Good Samaritan in the Light of Social Identity Theory.” Biblical Interpretation 8, no. 4 (2000): 325–57.
Gangel, Kenneth O. Holman New Testament Commentary - John. Nashville: B&H Publishing Group, 2000.
Haenchen, E. A Commentary on the Gospel of John. Philadelphia: Fortress Press, 1984.
Jo Ann Davidson. “John 4: Another Look at the Samaritan Woman.” Andrews University Seminary Studies 43, no. 1 (2005).
Kissi, Seth, and Ernest Van Eck. “Ethnic Reasoning in Social Identity of Hebrews: A Social-Scientific Study.” HTS Teologiese Studies / Theological Studies 73, no. 3 (February 2017): 9 pages.
Lindars, B. The Gospel of John. Grand Rapids: William B. Eerdmans Publishing Company, 1972.
Lyle Eslinger. “The Wooing of the Woman at the Well: Jesus, the Reader and Reader-Response Criticism.” Journal of Literature and Theology 1, no. 2 (1987): 162–83.
Megawati Naibaho. “Sheds Light on the Meaning of Brotherhood through the Samaritan Woman an Integrated Exegetical Approach to John 4:1-42.” Forum Filsafat Dan Teologi 54, no. 1 (2025): 41–54.
Miller, Stephen M. Panduan Lengkap Alkitab, Ed. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2020.
Oakman, Douglas E. “Culture, Society, and Embedded Religion in Antiquity.” Biblical Theology Bulletin 35 (2005): 4–12.
Pakpahan, Gernaida Krisna R. “Dualisme Konsep Yom Yhwh Dalam Pengharapan Mesianik Nabi Zefanya.” Thronos: Jurnal Teologi Kristen 4, no. 1 (2022).
Porter, Christopher A., and Brian S. Rosner. “‘All Things to All People’: 1 Corinthians, Ethnic Flexibility, and Social Identity Theory.” Currents in Biblical Research 19, no. 3 (June 2021): 286–307.
Simanjuntak, Radius, Herbin Simanjuntak, and Edison. “Hubungan Yahudi dengan Orang Samaria: Sejarah, Konflik dan Rekonsiliasi.” Jurnal Teologi Berita Hidup 7, no. 2 (March 2025): 222–35.
Sinaga, Andri Vincent. “Penggembalaan Spiral: Memaknai Perjumpaan Yesus dengan Perempuan Samaria (Yoh. 4:1-42) di Era Postmodern.” Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika 7, no. 1 (June 2024): 123–44. https://doi.org/10.34081/fidei.v7i1.551.
Sinaga, Andri Vincent, and Roby Hendra Tumangger. “Misi Yesus Melampaui Batas-Batas: Memaknai Misi Yesus Dalam Konteks Lintas Budaya Berdasarkan Markus 7:24-30 Dan Implikasinya Bagi Misi Kristen.” Jurnal Arrabona 6, no. 2 (2024).
Syarif, Akhmad Saputra. “Bagaimana Social Identity Theory Menjelaskan Aksi Kolektif: Sebuah Kajian Literatur Sistematis Menggunakan Basis Data Scopus.” Jurnal Imu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jambi (JISIP-UNJA) 9 (2025): 61–72.
Vang, Bao B. “The Marriage Metaphor of Jesus and the Samaritan Woman: A New Interpretative Reading of John 4:1-45.” Liberty Theological Review 9, no. 1 (2025).
Wyckoff, Eric John. “Jesus in Samaria (John 4:4—42): A Model for Cross-Cultural Ministry.” Biblical Theology Bulletin: Journal of Bible and Culture 35, no. 3 (August 2005): 89–98.
Zafar, Maria. “‘Henri Tajfel: Explorer of Identity and Difference’: Rupert Brown.” CASTE / A Global Journal on Social Exclusion 5, no. 2 (May 2024): 335–41.











.png)

