http://ejournal.stftws.ac.id/index.php/forum/issue/feed Forum 2022-05-07T09:40:47+07:00 Prof. Dr. FX. Eko Armada Riyanto fxarmadacm@gmail.com Open Journal Systems filsafat, teologi http://ejournal.stftws.ac.id/index.php/forum/article/view/382 Tindakan Ekologis Gereja Katolik Di Indonesia dari Perspektif Moral Lingkungan Hidup William Chang 2022-05-07T09:40:47+07:00 Arianto Arianto arianto97pr@gmail.com Antonius Denny Firmanto rm_deni@yahoo.com Nanik Wijiyati Aluwesia aluwesiananik@gmail.com <p>Tema dari karya ilmiah ini mengenai Tindakan Ekologis Gereja Katolik di Indonesia dari Perspektif Moral Lingkungan Hidup William Chang. Pembicaraan mengenai ekologi selalu menjadi topik yang sangat menarik untuk dibahas, karena terdapat begitu banyak persoalan-persoalan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Persoalan-persoalan itu tentunya sangat relevan dengan situasi Indonesia saat ini. Di mana banyak terjadi krisis lingkungan hidup yang memberi dampak yang sangat signifikan terhadap kehidupan manusia, misalnya terjadi bencana tanah longsor dan banjir besar yang melanda sejumlah daerah di Indonesia. Dalam perspektif moral lingkungan hidup Pastor William Chang, permasalahan-permasalahan yang terjadi tentu tidak lepas dari keterkaitannya dengan manusia. Manusia berperan sebagai pelaku aktif terhadap krisis lingkungan hidup. Artinya bahwa di satu sisi manusia dapat menjadi penyebab terjadinya krisis lingkungan hidup tersebut, namun di sisi lain pula menjadi penggerak untuk melindungi dan melestarikan keutuhan alam ciptaan. Metode yang digunakan dalam pembuatan karya ilmiah ini&nbsp; ialah metode kualitatif kepustakaan. Penulis mengembangkan pemikiran-pemikiran dari salah satu tokoh Gereja Katolik dengan merujuk pula pada pemikiran-pemikiran dari tokoh yang lainnya untuk mempertegas setiap pemikiran dari tokoh yang diambil.</p> 2022-01-03T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.stftws.ac.id/index.php/forum/article/view/391 Mencintai Musuh : Bagian Pokok dalam Keutamaan Kristiani 2022-01-03T13:45:59+07:00 Galan Suswardana gallantcm02@gmail.com <p>Mencintai musuh merupakan suatu ajaran radikal dari Yesus. Yesus mengajarkan kepada para pengikut-Nya untuk tidak boleh membenci sesama siapapun itu. Tidak ada alasan untuk para pengikut-Nya untuk membenci sesama termasuk yang mengganggap musuh atau sebaliknya. Yesus mengajak pengikut-Nya untuk tidak menempuh jalan balas dendam terhadap mereka yang membenci dan memusuhi. Indentitas dari cinta sejatinya bukalah persoalan perasaan namun soal keputusan akal budi yang melahirkan sikap dan kehendak. Identitas musuh adalah manusia <em>yang kehilangan nilai</em>. Mencintai musuh dapat dimengerti sebagai bentuk termurni dari cinta akan sesama, karena hanya orang yang tidak mencari keuntungan pribadi yang dapat mencintai musuh (merujuk pada konsep teologi St. Thomas Aquinas). Ajaran mencintai musuh dijadikan sebuah keutamaan moral Kristiani. Makna terdalam mencintai musuh dalam ajaran Kristiani adalah mencintai musuh sebagai indentitas Kristiani dan mencintai musuh merupakan sikap ambil bagian dalam cinta agape ilahi sehingga dapat menghancurkan kejahatan dan memusnahkan permusuhan.</p> <p>Keutamaan mencintai musuh merupakan hal yang tidak mudah dilaksanakan dalam kehidupan nyata, namun tidak berarti keutamaan tersebut mustahil dilakukan. Banyak bukti nyata yang dapat kita temukan sebagai umat Kristiani bahwa ajaran mencintai musuh benar-benar dihidupi oleh beberapa tokoh kristiani dan umat beriman yang tangguh. Sejarah mencatat bahwa perjalanan Gereja Gereja sebagai umat Allah hampir selalu mengalami penindasan dan perlakuan yang tidak adil. Tidak sedikit para martir kudus Gereja harus mengorbankan dirinya untuk mempertahankan imannya. Inilah bukti yang paling nyata bahwa keutamaan untuk mengasihi musuh bukan hanya sebatas idealisme kristiani belaka. Tujuan ajaran mencintai musuh tidak dapat hanya berkisar pada perubahan diri kita, namun sekaligus juga dan terutama perubahan masyarakat. Perubahan demikian merupakan tugas umat kristiani yang tumbuh dari perintah mencintai musuh. Dengan keutamaan mengasihi musuh orang-orang Kristen akan menjadi pemutus lingkaran kebencian yang ada di dalam hati manusia. Maka penghanyatan keutaaman mencintai musuh adalah cara kita untuk membangun Kerajaan Allah di dunia ini.</p> 2022-01-03T13:45:59+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.stftws.ac.id/index.php/forum/article/view/318 Pengaruh Iman Terhadap Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi;Refleksi Kritis Iman Terhadap Revolusi Industri 4.0 2022-01-03T13:49:43+07:00 Hendra Paulinus Simbolon paulinuscarm@gmail.com <pre id="tw-target-text" class="tw-data-text tw-text-large XcVN5d tw-ta" dir="ltr" style="text-align: left;" data-placeholder="Terjemahan"><span lang="en">The purpose of this paper is to see the Role of Faith in the development of Science and Technology. This is because the development of science and technology has resulted in significant changes for society. This change is not only in the physical field, namely accelerating and helping humans to carry out tasks and support professionalism but also in the spiritual field where humans can think that they are everything. The methodology used in this paper is literature review. Where to do a critical reading of the sources obtained from library research. The results obtained from this paper indicate that there are fundamental changes caused by technological developments. The first development presents a revolution in human life where the revolution starts from revolution 1.0 - 4.0 at this time. This development also makes humans have different views about who they are and who their god is or in terms of religiosity. Finally, this change causes humans to question their faith. This is what causes the position of faith to affect humans.</span></pre> 2022-01-03T13:49:43+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.stftws.ac.id/index.php/forum/article/view/380 Iman Di Tengah Penderitaan Dalam Tinjauan Alkitab dan Ajaran Magisterium Gereja 2022-01-03T13:51:55+07:00 Mariano Henryan Nembos henrybosz02@gmail.com <p>Penderitaan tidak selalu bermakna hukuman atas dosa. Penderitaan dalam kacamata kristiani sejatinya dimaknai pula sebagai sarana pernyataan diri dan kasih Allah. Penderitaan dan wafat Yesus merupakan tanda nyata kasih Allah bagi umat manusia. Iman sebagaimana merupakan tanggapan manusia atas pernyataan diri Allah, dengan demikian akan semakin bertumbuh dan berkembang di dalam penderitaan, sejauh penderitaan tersebut dimaknai sebagai wujud partisipasi dalam Kristus. Sebagai umat kristiani, kita semua dipanggil untuk menghayati penderitaan yang&nbsp; kita alami sebagai sebuah wujud ikut andil kita dalam karya keselamatan Allah. Melalui tulisan ini, penulis hendak menggali makna iman dan penderitaan dalam perspektif Alkitab dan Magisterium Gereja.</p> 2022-01-03T13:51:55+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.stftws.ac.id/index.php/forum/article/view/369 Pendidikan Kaum Tertindas: Perjumpaan Gagasan Pendidikan Paulo Freire dan Ki Hadjar Dewantara dan Harapan Bagi Pendidikan Di Indonesia 2022-01-03T14:01:26+07:00 Paulus Roby Erlianto cmrobyerlianto@gmail.com Santo . santo07striker@gmail.com <p>The true education is education that is capable of humanizing humans beings. It will also continue to be an effective means to educate the nation's life in accordance with the objectives of the Indonesian state. However, in reality, this goal has not been achieved until now.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; The reality of oppression through the world of education is still happened now. we can see it in government policies on education, such as: the problem concerns the issue quality of education, equity of educational and management of education. First, this obscure direction of education is very visible from the national curriculum of education which is always changing which is not only aimed at improving the quality of education, but also full of ideology, politic, economic interests. Second, the problem of equity of education, which is related to the condition of Indonesian children who cannot get good quality education. Third, management of education issues include government policies, bureaucracy and transparency of education.&nbsp; The ideological and capitalistic situations in education like this has become a field criticized by Paulo Freire and Ki Hadjar Dewantara. These two figures see that human beings must reach their humanity. In other words, they must be free: free from injustice, oppression and even duping. These two figures outline the philosophical ideas of education based on knowledge and life experiences that come into contact with oppression, human suffering both those they experience themselves and those around them. Some parts of their educational views can be recommended in the educational context in Indonesia.</p> 2022-01-03T13:56:31+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.stftws.ac.id/index.php/forum/article/view/383 Berteologi Kontekstual dari Mitos Plai Long Diang Yung 2022-01-03T14:00:23+07:00 Yovinus Andi nata yoviwehea@gmail.com Antonius Denny Firmanto rm_deni@yahoo.com Nanik Wijiyati Aluwesia aluwesiananik@gmail.com <p>The focus of this study is on theological reflection on the myth of Plai Long Diang Yung which is contained in the culture of the Dayak Wehea people. This myth has a special and central place in the life of the local people and is the origin of the Lom Plai celebration which is the culmination of all traditional celebrations and rituals. This myth has an important meaning in people's lives and talks about many things related to human existence, nature and God. With this fact, the myth can become a locus theologic that can enrich the reflection of the Church's faith and root the faith in culture and culture in the light of faith. The method used in this paper is based on the results of critical reading of the mythical text of Plai Long Diang Yung and the Christian Tradition text. This study found that the myth of Plai Long Diang Yung contained a very rich theological meaning which spoke of Christ, salvation and God who is not limited to human sexuality.</p> 2022-01-03T14:00:23+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.stftws.ac.id/index.php/forum/article/view/252 Sketsa Memahami Manusia dan Masyarakat (Pintu Masuk Ilmu Antropologi) - Gregor Neonbasu SVD, Ph.D 2022-01-03T13:59:10+07:00 Benedictus Hasan benedictushasan@gmail.com <p>Tulisan ini adalah sebuah resensi buku.</p> 2022-01-03T13:54:38+07:00 ##submission.copyrightStatement##