http://ejournal.stftws.ac.id/index.php/forum/issue/feed Forum 2022-07-15T09:11:03+07:00 Dr. FX. Kurniawan Dwi Utomo fxiwancm@gmail.com Open Journal Systems filsafat, teologi http://ejournal.stftws.ac.id/index.php/forum/article/view/416 Teladan Kepemimpinan Musa 2022-07-15T09:11:03+07:00 Paskalis Ronaldo paskalisronaldo6@gmail.com Dr. Gregorius Tri Wardoyo paskalisronaldo6@gmail.com <p>Musa adalah sosok pemimpin besar umat Israel yang terus dikenang oleh bangsa Israel dan Gereja</p> <p>Katolik. Bahkan, dalam Kitab Suci Perjanjian Lama kisah Musa dituliskan dalam tiga Kitab</p> <p><em>Pentateukh</em>, yaitu Keluaran, Bilangan, dan Ulangan. Kehadiran Musa sebagai pemimpin besar dalam</p> <p>bangsa Israel patut untuk diteladani model kepemimpinannya. Kepemimpinan Musa dapat menjadi</p> <p>model kepemimpinan yang efektif untuk diterapkan pada masa ini. Namun, pertama-tama yang perlu</p> <p>diingat adalah bahwa seseorang menjadi pemimpin karena kasih dan kehendak Allah bukan atas</p> <p>kehendaknya sendiri. Dengan memiliki kesadaran ini seorang pemimpin akan mampu menjalin relasi</p> <p>yang baik dengan Allah yang telah memberikan kuasa dan dengan umat yang dipimpin. Relasi baik itu</p> <p>perlu dijaga dan dipertahankan sehingga, apa yang Allah kehendaki sungguh dapat terwujud melalui</p> <p>perantaraannya</p> 2022-07-15T09:02:41+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.stftws.ac.id/index.php/forum/article/view/393 Allah sebagai Sumber Pengharapan dalam Pengalaman Petugas Medis Mendampingi Pasien Covid-19 2022-07-15T09:11:03+07:00 Thomas Onggo Sumaryanto onggoocarm@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk melihat proses pengenalan akan Allah sebagai sumber pengharapan di masa pandemi. Allah adalah sumber pengharapan di tengah penderitaan manusia. Rumusan masalah yang ingin dijawab dalam penelitian ini adalah bagaimana pengenalan akan Allah sebagai harapan di dalam pengalaman responden (dokter dan perawat) mendampingi pasien Covid-19? Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Teknik pengambilan data menggunakan metode wawancara dengan bantuan <em>Zoom Meeting</em>. Responden berjumlah 2 orang yaitu seorang dokter dan seorang perawat. Kedua responden bekerja di salah satu rumah sakit Katolik di Surabaya. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan pendekatan IPA (<em>Interpretative Phenomenological Analysis)</em>. Analisis ini dibantu dengan gagasan teologis Thomas Aquinas dalam <em>Summa Theologica</em> mengenai harapan dan gagasan teologis pengenalan akan Allah menurut Teresia Avila dalam <em>The Interior Castle. </em>Temuan penelitian ini adalah pengenalan Allah sebagai sumber pengharapan dalam pengalaman petugas medis mendampingi pasien Covid-19 bermula dari ketakutan mereka akan kematian. Ketakutan akan kematian mendorong manusia mengenal diri sendiri di hadapan Allah. Orang yang berpengharapan akan terus berjuang meskipun mengalami jatuh bangun dan menguatkan orang lain untuk terus memiliki pengharapan bersama Allah.</p> 2022-07-15T09:03:48+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.stftws.ac.id/index.php/forum/article/view/392 Bencana, Penderitaan, dan Kebahagiaan (Suatu Refleksi Filosofis Atas Penderitaan Manusia Di Tengah Bencana Dalam Perspektif Etika Eudaimonia Aristoteles) 2022-07-15T09:11:03+07:00 Yoga Febriano febrianoy98@gmail.com <p>Studi ini menaruh perhatian pada refleksi filosofis etika <em>eudaimonia </em>Aristoteles dalam hubungannya dengan penderitaan manusia. Penderitaan dan kebahagiaan adalah dua problem eksistensial milik manusia. Aristoteles memandang kebahagiaan (<em>eudaimonia</em>) sebagai tujuan (<em>telos</em>) terakhir manusia. Ia menyebut kebahagiaan sebagai kebaikan tertinggi (<em>summum bonum</em>). Baginya kebahagiaan itu hanya bisa dicapai jika setiap individu bertindak baik (<em>bonum</em>). Di hadapan realitas penderitaan, Aristoteles menawarkan etika <em>eudaimonia </em>sebagai dasar untuk menyikapinya. Penderitaan bisa diatasi sejauh manusia menampilkan sikap solider dan berbuat baik bagi sesama. Inilah kebaikan yang terarah kepada kebaikan bersama (<em>bonum commune</em>). Metodologi yang digunakan dalam studi ini adalah kualitatif dengan cara studi kepustakaan. Studi ini menemukan, etika <em>eudaimonia </em>Aristoteles tetap relevan dan justru mendapatkan aksentuasinya di hadapan realitas penderitaan dan rasa sakit, terutama di masa pandemi <em>Corona Virus Disease 2019 </em>ini.</p> 2022-07-15T09:04:51+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.stftws.ac.id/index.php/forum/article/view/389 Eklesiologi Communio dalam Pesan Natal PGI-KWI 1998-2020 2022-07-15T09:11:03+07:00 Yohanes Bai Bai yohanesbai666@gmail.com <p>Gereja Yesus Kristus adalah tanda dan sarana kesatuan. Dalam perjalanan sejarahnya, Gereja mengalami perpecahan. Perpecahan tersebut melahirkan denominasi Kristen di dunia. Melihat kenyataan tersebut, Konsili Vatikan II membawa pemahaman baru tentang eklesiologi. Gereja pertama-tama adalah <em>communio</em> yakni persekutuan dengan Allah oleh Yesus Kristus dalam Roh Kudus. Atas dasar itulah maka Gereja Katolik Indonesia berupaya untuk memupuk kembali kesatuan seluruh Gereja melalui kerjasama PGI-KWI dalam membuat pesan natal. Berdasarkan hasil analisis menurut penelitian kualitatif yang penulis kerjakan atas Surat Natal PGI-KWI 1998-2020, menunjukan bahwa kerjasama keduanya merupakan upaya untuk memperjuangkan perdamaian. Kerinduan untuk berdamai merupakan anugerah Kristus dan suatu panggilan Roh Kudus. Perdamaian tersebut mengokohkan misi Gereja yakni membangun <em>communio</em> dan partisipasi dalam kehidupan Allah Tritunggal</p> <p>&nbsp;</p> 2022-07-15T09:08:56+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.stftws.ac.id/index.php/forum/article/view/407 KONSEP BAHAGIA DALAM PARADIGMA ARISTOTELES 2022-07-15T09:11:03+07:00 Julio Purba Kencana julioopurbakencana@gmail.com <p>Studi ini membahas tentang konsep bahagia di tengah masa pandemi corona dalam paradigma Aristoteles. Pandemi covid 19 telah menyebabkan banyak penderitaan bagi manusia. Permasalahan &nbsp;ini jugalah yang membuat manusia berpikir bahwa kebahagiaan hanya bisa dicapai setelah dirinya menderita dan menemukan kebahagiaan di akhir hidupnya. Aristoteles memandang hal ini sebagai sebuah ironi dan mempertanyakan kebahagiaan di akhir itu. menurut Aristoteles kebahagiaan adalah aktivitas menuju kebahagiaan itu sendiri. Dengan demikian, Aristoteles berpendapat bahwa aktivitas menuju kebahagiaan dan kebahagiaan &nbsp;adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Metodologi yang digunakan dalam studi ini adalah studi kepustakaan dan peninjauan kritis terhadap permasalahan yang sedang terjadi. Studi ini menemukan bahwa kebahagiaan menurut Aristoteles adalah salah satu cara menghadapi penderitaan di masa pandemi corona, dengan cara menganggap penderitaan itu sebagai kebahagiaan itu sendiri.</p> <p><strong>&nbsp;</strong><em>kebahagiaan, kesendirian, corona</em></p> 2022-07-15T09:09:49+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.stftws.ac.id/index.php/forum/article/view/397 KONSEP PENGHARAPAN KATOLIK DI TENGAH PANDEMI (Perspektif Kardinal Ignatius Suharyo) 2022-07-15T09:11:03+07:00 Rici . merayuhrichy@gmail.com <p><em>Artikel ini, penulis membahas tema “konsep pengaharapan katolik di tengah Pandemi” dalam refleksi dengan fokus “pengharapan” berdasarkan perspektif eklesiologi Kardinal Ignatius Suharyo. Tujuan tulisan ini, mengajak umat katolik untuk tetap dalam “pengharapan” di tengah kesulitan, kecemasan dan keprihatinan dampak dari Pandemi. Metode penelitian ialah pendekatan kepustakaan, penulis melakukan pengumpulan data terkait literatur yang digunakan seperti buku, artikel dan kompas yang berhubungan dengan tema “pengharapan” dan isu-isu seputar Pandemi. Output, Pandemi dapat membawa kita sampai pada pengalaman akan Tuhan dan membantu kita pada penemuan hal baru dan kita dipacu untuk menggalakkan aksi nyata. Jadi, dapat disimpulkan bahwa tema pengharapan tidak pernah padam ketika manusia meletakan harapannya pada Tuhan. Justru, pada kondisi kesulitan manusia, Tuhan mengasihi manusia dan menganugerahi kemampuan melakukan sesuatu seperti Vaksin, Prokes dan</em> menggalakkan<em> aksi nyata berupa bantuan sosial untuk melawan dan menangani Pandemi-Covid-19.</em></p> 2022-07-15T09:10:51+07:00 ##submission.copyrightStatement##